Sejarah Desa Beruta
1. Sejarah Desa
Beruta pada awalnya adalah
nama teluk dan pada Tahun 1949 milirlah dua Orang bersama Anak dan istrinya
yaitu MATIUS PADAN dan PALAWA yang berasal dari Desa Kinipan. Pada waktu itu
mereka mengunakan perahu/sampan dalam perjalanan mereka singgah di Desa Tamiang
dan Mereka bertemu Seorang yang memiliki gelar MASPATIH PINTAR, lalu mereka
berbincang-bicang dan menumpang berladang/berdukuh di teluk Beruta. Kebetulan
juga pada waktu itu ada seorang bernama SINAPATI KALUAS yang sudah mau pindah
dari pedukuhan di wilayah teluk beruta karena SINAPATI KALUAS sudah mau pindah,
maka diberikannyalah pedukuhannya tersebut yang berisi kebun pisang dan
buah-buahan lain dan sebuah pondok berdinding kulit kayu beratapkan daun biru
yang sudah dalam keadaan miring dan hampir roboh kepada MATIUS PADAN dan
PALAWA. Di pedukuhan tersebut dari tahun ke tahun mereka membuka rimba untuk
berladang untuk bertahan hidup. Tiba-tiba pada Tahun 1951 menyusulah Orang yang
bernama MASPATIH SAHUR. MASPATIH SAHUR adalah mertua dari MATIUS PADAN satu
Tahun kemudian yaitu pada Tahun 1952 menyusul lagi tiga keluarga YOHANES
TINGGANG K, YOHANES LINTU, WILFRIT SINTI, dari desa yang sama dan satu tahun
kemudian pada Tahun 1953 menyusul lagi JAKARIAS ANSAL, sekeluarga. B. DEMAN
sekeluarga, S TARIS sekeluarga dan menetaplah di dukuh teluk Beruta dari Tahun
1953 sampai 1954 banyak warga berdatangan dari Lamandau, Belantikan, Bulik, dan
Delang, dan Bahasanya bisa di cocokkan. Sehinga pada saat itu MASPATIH SAHUR, MATIUS
PADAN, PELAWA dan Beberapa kepala keluarga sepakat membentuk suatu dukuh di
wilayah teluk Beruta dan dukuh tersebut dinamai Dukuh KOMBINASI, Melihat banyak
pendatang yang berdatangan pada akhirnya mereka sepakat mendirikan satu buah
tiang bendera Pada Tanggal 19-02-1954, sebagai simbol wacana ingin menjadikan
dukuh sebagai sebuah Desa. Setelah itu dukuh KOMBINASI di ubah menjadi Dukuh
Besar, yang di angkat sebagai kepala dukuh saat itu adalah MASPATIH SAHUR,
karena mereka melihat Dukuh Besar semakin berkembang maka mereka sepakat
meminta wilayah kepada Desa Tamiang dan Desa Sae Mentawa, Batas Desa Tamiang
dan Desa Sae Mentawa pada saat itu Teluk Semendung. Kerena sudah sepakat
memberikan wilayah ke Beruta sebagai Calon Desa baru maka Desa Tamiang
Memundurkan Wilayahnya Dari Teluk Semendung ke muara sungai kabati. Dan Desa
Sea Mentawa memundurkan Wilayahnya Dari Teluk Semendung ke Muara sungai Mali,
karena sudah menjadi kesepakatan bersama maka terkabullah impian Orang yang
berasal dari Desa Kinipan ini ingin menjadikan Dukuh menjadi Sebuah Desa,
sehingga pada Tahun 1962 Dukuh besar resmi menjadi Desa yaitu DESA BERUTA, dan
diresmikan Oleh Bupati Kotawaringin Barat HENDRICK DINGANG PATIANOM selaku
Kepala Daerah KOBAR dan pada waktu itu
Nanga Bulik adalah kewedanaan dan Wedananya
adalah NAHAN beberapa waktu
kemudian di hapuslah kawedanaan dan di ganti menjadi Kecamatan dan Camatnya
pada waktu itu adalah BUDI JINO. Dan yang di angkat menjadi
Kepala Desa Beruta pada Tahun 1962 adalah YOHANES LINTU.
Demikian sejarah singkat Desa
Beruta sehinga Beruta bukan saja nama teluk melainkan dengan resmi menjadi nama
Desa yaitu DESA BERUTA yang semakin berkembang hingga sekarang.
2.
Sejarah Kepemimpinan Desa
a.
UWIT. A Tahun 1971 s/d1994
b.
M. UWEN Tahun 1995 s/d 2001
c.
PETRUS YUNAN F Tahun 2002 s/d 2007
d.
MAHMUDDIN Tahun 2008
s/d 2013
e.
ADRIANUS Tahun
2014 s/d 2019
f.
DEWI CAHAYA NINGSIH, SH Tahun 2019
g.
PUJIONO Tahun 2019 s/d Sekarang
Komentar
Posting Komentar